Menyambut era kenormalan baru alias new normal, Human Resources Department (HRD) harus semakin pintar dalam memutar otak. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara merumuskan protokol kerja anyar, yang tak hanya bisa memastikan produktivitas karyawan, namun juga meminimalisir risiko penyebaran COVID-19. 

Bagi Anda yang tergabung dalam departemen HR sebuah perusahaan, keamanan dan kinerja karyawan tentu jadi dua hal yang harus senantiasa dipertimbangkan. Berikut ini adalah beberapa regulasi yang bisa Anda terapkan di era kenormalan baru. 

Kebijakan Rotasi

Penyebaran COVID-19 sangat rentan terjadi di dalam kerumunan. Kebijakan rotasi bisa jadi solusi bagi perusahaan yang punya cukup banyak karyawan, namun ruang kantor tidak terlalu luas. Aturlah jadwal bekerja terpisah, dengan pembagian berdasarkan divisi atau departemen. 

Misalnya, divisi engineering dijadwalkan bekerja dari rumah pada minggu pertama, bergantian dengan divisi produk pada minggu berikutnya, dan seterusnya. HR juga bisa meneruskan kebijakan work from office untuk divisi yang mampu menunjukkan kinerja bagus selama bekerja dari rumah. 

Penataan Ulang

Menata ulang ruang kantor juga bisa layak dipertimbangkan. Berikan tanda khusus antar kursi dan meja, agar para karyawan bisa menjaga jarak aman. Hal ini sangat penting, terutama jika kantor Anda tidak memiliki ruangan yang terlalu luas.

Terpenting, pastikan agar ruangan bekerja lebih berjarak. Bukan tidak mungkin ruang kantor dengan sekat akan kembali jadi tren di masa mendatang. 

Protokol Kesehatan

COVID-19 termasuk virus yang sangat berbahaya dan belum ditemukan vaksinnya hingga kini. Oleh karena itu, HR wajib menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. Terutama untuk karyawan yang akan bekerja di kantor. 

Pastikan semua pegawai mengenakan masker selama berada di lingkungan kantor. Terapkan larangan berkerumun dan sampaikan mengenai pentingnya membawa serta mengenakan alat-alat pribadi. Jika perlu, kantor juga bisa menyediakan hand sanitizer di beberapa titik dan suplemen multivitamin. 

Lanjutkan Working From Home

Jika memang dirasa efektif, kebijakan working from home bisa terus dilanjutkan hingga situasi menjadi lebih kondusif. Namun harus diakui, opsi ini tidak bisa diterapkan di semua perusahaan. Terutama untuk kantor yang operasi bisnisnya menuntut kegiatan di lapangan, seperti perdagangan, hiburan, dan lainnya. 

Sebagai contoh, perusahaan mesin pencari, Google, telah mengumumkan kebijakan work from home (WFH) untuk seluruh karyawannya hingga akhir tahun. Namun beda lagi dengan Microsoft, yang kabarnya telah meminta para pegawainya kembali ngantor pada Oktober 2020 mendatang. 

Intinya, pilih kebijakan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Jika memang WFH dianggap kurang efektif, HRD bisa menerapkan kebijakan flexible working atau sistem rotasi seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya. 

Tracking

Terakhir, HRD juga bisa mempertimbangkan penggunaan software tambahan untuk tracking dan absen karyawan. Dengan demikian, interaksi fisik bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, pihak kantor juga akan lebih mudah melacak keberadaan karyawan, serta merekam data lain terkait absensi dan kinerja. 

Tinggalkan Balasan

Be Our Hiring Partner

Digi Training selalu dihadiri oleh individu-individu berbakat dengan kualitas dan semangat berkarya. Jadi Hiring Partner kami dan bantu perusahaan untuk menemukan kandidat terbaik. Temukan kandidat terbaikmu di Digi Training.