Fauzan Avianto: Berubah Atau Punah

Perusahaan senantiasa menyiapkan talenta-talenta terbaiknya untuk menghadapi tuntutan dunia bisnis yang sangat dinamis. Skilling, Upskilling dan Reskilling adalah antara lain usaha yang dilakukan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan akan kompetensi yang dibutuhkan pada saat ini maupun pada masa mendatang.

Sebagai bagian dari kegiatan rutin DigiHR untuk empower dan connect komunitas praktisi HR di Indonesia, DigiHR meetup November yang lalu menghadirkan Anton Hendrianto, Division Head of People Development & Culture at PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Fauzan Avianto, Learning Management dari Tower Bersama Group. Acara meetup yang diselenggarakan secara online pada tanggal 18 November itu dihadiri lebih dari 95 peserta.

Dalam acara tersebut setelah masing-masing pembicara memberikan sharing tentang kegiatan learning di organisasi masing-masing serta membagikan berbagai best practice tentang bagaimana meningkatkan efektivitas training di perusahaan, terlihat antusiasme peserta yang cukup tinggi dalam memberikan pertanyaan kepada kedua pembicara. Sebagian pertanyaan tersebut telah terjawab pada saat acara, namun karena keterbatasan waktu, sebagian lagi tidak terjawab langsung pada saat acara.

Fauzan Avianto menyempatkan untuk memberikan jawaban secara tertulis untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak sempat dijawab pada saat e-meetup tersebut. Di bawah ini merupakan rangkuman tanya jawab pada event tersebut.

Ketika menyusun learning management process system yang dimiliki oleh TBG saat ini membutuhkan berapa lama hingga dapat serapi saat ini? Bisakah di-share prosesnya dalam menyusun system learning hingga implementasinya seperti apa? (Arditya Dwiputra)

Metodologi yang dipakai oleh Learning Management 2020 dimulai sejak Nov 2018 – Juni 2019, yang terdiri dari 4 tahapan yaitu :

  1. Plan     : Analisa data kondisi, pembuatan framework awal
  2. Do       : Inisiasi & trial ide solusi
  3. Check : Implementasi ide solusi
  4. Action : Evaluasi dari hasil terhadap target perusahaan 

Ada berapa jumlah personil dalam tim learning management? (Arditya Dwiputra)

Jumlah personilnya hanya terdiri 5 karyawan: dua di bagian Knowledge Management, dua di Training Development dan 1 orang di bagian CSR.

Seorang Karyawan yang termasuk dalam kategori deadwood sebaiknya di-upskill atau outskill? Lalu menurut mas Fauzan, hal yang menjadi prioritas untuk di-develop adalah karyawan yang tergolong sudah cukup memenuhi kompetensi di jabatannya sekarang atau karyawan yang memiliki GAP kompetensi yang cukup besar? (Marta Kartika)

Deadwood (stagnan) sebaiknya dianalisa terlebih dahulu berdasarkan parameter:

  1. Minat & Bakat (SWOT)
  2. Hubungan personal dengan tim & leader
  3. Aspirasi karir

Parameter ini sebaiknya diberikan bobot sehingga menghasilkan penilaian yang obyektif. Dari hasil analisa ini kemudian ditentukan apakah karyawan deadwood (stagnan) tersebut Upskill & Outskill. Lama menjabat vs kontribusi yang dihasilkan dalam posisi tersebut juga bisa menjadi penilaian penentuan Upskill & Outskill.

Prioritas pengembangan karyawan terbagi menjadi :

  1. Prioritas 1: program pengembangan yang memberikan dampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Misalnya program pelatihan produk & business proses baru bagi tim sales & marketing
  2. Prioritas 2: program pengembangan yang dilakukan sebagai akibat promosi/mutasi karyawan ke jabatan baru
  3. Prioritas 3: program pengembangan yang dilakukan berdasarkan gap kompetensi.

Bagaimana impelementasi teknis Predictive Analytic (AI Approach) on Assessment Methods di TBG? (Oka Arwan)

Secara umum, Predictive Analytic yang TBG gunakan bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi setiap karyawan dalam mendapatkan program pengembangan yang tepat dan sesuai dengan aspirasi karirnya. Prosesnya dimulai dengan:

  1. Plan: Analisa data kondisi, pembuatan framework awal
  2. Do: Inisiasi & trial ide solusi
  3. Check: Implementasi ide solusi
  4. Action: Evaluasi dari hasil terhadap target perusahaan 

Apakah proses matrix tersebut digunakan hanya kepada departemen yang membuat bisnis perusahaan naik, atau seluruh divisi? (Alia Zhara)

Untuk TBG dilakukan secara menyeluruh namun ada skala prioritas dalam waktu pengerjaannya. Misalnya untuk direktorat yang termasuk Core Business dilakukan di awal tahun dan seterusnya.

Jika di TBG memiliki tim khusus learning sendiri, apakah terdapat best practice khusus untuk perusahaan start up yang tim HR-nya terbatas karena fungsinya lebih generalist? (Fitriani)

Untuk pertanyaan ini mohon maaf saya belum bisa jawab untuk HR yang bersifat generalist/HRBP, nanti saya kabari ya Bu bila saya sudah berdiskusi dengan Learning Practioner di startup.

Terdapat learning growth dalam balance scorecard. Bagaimana memastikan bahwa learning ini tidak hanya berjalan tapi bisa saling berkesinambungan untuk saling meningkatkan dalam hal financial perspektif dll? (Tuamin Gani)

Prinsipnya untuk kegiatan Learning & Continuous Improvement dilakukan dengan system paksa rela. Awalnya perlu enforcement dari Top Level Management & Leader untuk mengajak dalam kegiatan Learning & Improvement.

Lakukan dengan skema kecil seperti Belajar Bareng Grup yang konsisten dilakukan, hingga dalam tataran korporasi seperti Community of Practice.

Berikan campaign & reward bagi mereka yang berkontribusi dalam kegiatan Learning.

Bagaimana cara membuka insight kepada management bahwa knowledge management/kegiatan engagement karyawan/ learning development merupakan bagian yang dapat membantu tujuan bisnis, bukan hanya sekedar ceremony saja? (Shinni I)

  1. Lakukan terus menerus campaign, personal approach & jadikan role model bagi karyawan/leader yang berkontribusi lebih.
  2. Membuat program yang menarik .

Tinggalkan Balasan

Be Our Hiring Partner

Digi Training selalu dihadiri oleh individu-individu berbakat dengan kualitas dan semangat berkarya. Jadi Hiring Partner kami dan bantu perusahaan untuk menemukan kandidat terbaik. Temukan kandidat terbaikmu di Digi Training.