Startup yang berdiri sejak 17 Agustus 2009 silam, Tokopedia, merupakan salah satu dari empat Unicorn di Indonesia. E-Commerce ini menjadi yang paling populer dibandingkan dengan kompetitor lainnya (Financial Times Confidential Research, 2017). Bahkan, pada periode April-Juni 2018 (iPrice), pengunjung Tokopedia mampu melampaui rata-rata 100 juta pengunjung per bulannya.

Prestasi Tokopedia tentu saja tidak terlepas dari peran para karyawannya, yaitu yang disebut dengan istilah para Nakama. Tim yang mengelola Human Resources (HR) di Tokopedia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: People Strategy, People Operations, dan Recruitment & Employer Branding. Di sisi People Strategy, adalah Libertha Hutapea yang duduk sebagai Head of People Strategy Tokopedia yang mengelola beberapa fungsi HR di Tokopedia, mulai dari Organisation Development & Transformation, People Business Partner, Talent Management, dan People Development.

Banyak tantangan yang dihadapi di sisi People Strategy. Selain dari segi Talent War dan Business Growth Support, bagaimana memberikan Great Nakama (Employee) Experience & Service Excellence adalah salah satu tantangan besar yang sedang diselesaikan. Bagaimana Libertha menjawab tantangan ini? Mari kita simak wawancara tim DigiHR mengenai Employee Experience di Tokopedia.

Apa yang membuat Employee Experience itu penting?

Konsep Employee Experience berkembang lebih advanced setelah Employee Engagement dan mirip dengan konsep Customer Experience. Dapat disimpulkan bahwa Employee Engagement adalah sebuah hasil yang ingin dicapai melalui serangkaian Employee Experience yang baik dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan Employee Experience fokusnya lebih kepada jangka panjang dan melibatkan setiap interaksi/touchpoints yang mungkin terjadi dengan pegawai sejak awal direkrut sampai tahap off-boarding. Konsepnya cukup sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam dan membutuhkan effort untuk mendesain ulang/memperbaiki proses/prosedur, budaya/cara kerja, lingkungan kerja, dan teknologi yang digunakan supaya setiap pegawai bisa enjoy kerja di perusahaan kita dan akhirnya menjadi loyal.

Employee Experience itu penting karena diyakini memberikan keuntungan yang besar kepada pegawai dan perusahaan pada akhirnya. Berdasarkan beberapa sumber, perusahaan yang fokus untuk investasi pada Employee Experience diyakini memiliki pegawai yang lebih happy, talent pipelines yang lebih besar dan juga profitabilitas & produktivitas yang lebih tinggi.

Berikut adalah informasi tambahan terkait dengan keuntungan dari penerapan Employee Experience (Wiley, 2017):

Selain itu, perusahaan yang menerapkan Employee Experience juga 11,5x lebih banyak terpilih sebagai “Best Place to Work” di Glassdoor (khususnya perusahaan di Amerika).

Bagaimana cara mendesain Employee Experience?

Dalam mendesain Employee Experience, ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

  1. The Physical Environment
    Rata-rata 35-50% waktu dihabiskan untuk bekerja. Karena itulah kondisi fasilitas kerja dan kantor seperti ruang kerja, tata cahaya, makanan memengaruhi Employee Experience secara signifikan.
    Di Tokopedia sendiri, kita memberikan prioritas akan investasi untuk fasilitas kerja yang bagus. Mulai dari area kerja, ruang meeting, dan fasilitas terkait lainnya seperti ruang fitness/gym, kids play area, acara internal/eksternal, sarapan, friday fresh snacks, dan yang lainnya.
  2. Tools and Technology
    Teknologi yang mempermudah pekerjaan, bahkan untuk Employee Life Cycle.
    Contohnya, teknologi yang memudahkan komunikasi dan kolaborasi dengan internal/eksternal tim (virtual meeting, room booking, document sharing, meeting scheduling), proses administrasi keuangan & kepegawaian (leave request, travel expense, budgeting, reimbursement), recruitment & onboarding, talent development, reward & compensation, dan lainnya.
  3. Culture and Non-physical Environment
    Bagaimana menciptakan kondisi kerja yang meaningful & purposeful dan healthy team working environment. Hal ini bisa tercipta melalui proses internalisasi budaya perusahaan yang baik, leadership style, dan team collaboration yang sehat. Pastinya akan ada dampak terhadap penyesuaian proses bisnis dan prosedur/kebijakan HR agar bisa memberikan Employee Experience yang lebih baik, misalnya transparansi pemberian bonus/penilaian kinerja.
Apa tools yang digunakan untuk mengukur Employee Experience?

Beberapa perusahaan sudah menggunakan tools seperti Employee Experience Index yang didesain sesuai kebutuhan masing-masing dan berdasarkan data yang ada. Dari tools tersebut, akan ada perbaikan yang dibutuhkan untuk menyediakan Employee Experience yang lebih baik.

Di Tokopedia, setiap kegiatan yang berinteraksi dengan Nakama diukur. Misalnya menentukan OKR, apakah tersosialisasi dengan baik, apakah dimengerti atau tidak. Jadi, dalam setiap interaksi seperti training, event, people development, engagement, performance appraisal, semua ada feedback dan ukurannya, apakah Nakama happy atau tidak, bahkan daily interactions pun diukur.

Bagaimana komentar Anda tentang HR & Technology?

Di era digitalisasi ini, teknologi sudah seperti oksigen untuk HR. Rasanya tidak mungkin lagi bagi praktisi HR untuk tidak mengaplikasikan teknologi dalam proses bisnis rutinnya. Ada banyak manfaat yang diperoleh juga melalui keberadaan teknologi, seperti automation of administrative process, kemudahan dalam proses monitoring dan tracking, real time reporting process dan data analytics. Teknologi juga memiliki peranan penting untuk menciptakan lingkungan pekerjaan yang oke dan driving better employee experience too.

Bagaimana komentar Anda tentang Managing Millenials?

Millenials memiliki karakter dan profil yang unik dan very interesting to be worked with. Beberapa karakter utama mereka (menurut hasil observasi saya): Tech-savvy, eager to learn/to be challenged, prefer open & transparent working environment, prefer less hierarchical structure, value recognition & mentorship, seek for purpose driven work, money isn’t always everything.

One word to describe HR?

Experience

One word to describe Startup?

Agile

Tips untuk praktisi HR, khususnya di startup?

Open minded, Continuous learning, Think out-of-the box.

 

Shifting Employee Engagement into Employee Experience” merupakan topik yang akan dibahas oleh Libertha Hutapea pada DigiHR Meetup 15 November 2018 mendatang. Segera daftar!

Satu tanggapan untuk “Libertha Hutapea: Memberikan Great Nakama Experience”

  1. Cetak berkata:

    Genuinely no matter if someone doesn’t know after
    that its up to other visitors that they will assist, so here it takes place.

Tinggalkan Balasan

Be Our Hiring Partner

Digi Training selalu dihadiri oleh individu-individu berbakat dengan kualitas dan semangat berkarya. Jadi Hiring Partner kami dan bantu perusahaan untuk menemukan kandidat terbaik. Temukan kandidat terbaikmu di Digi Training.