Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga saat ini dan belum ada yang dapat memprediksi kapan akan berakhir. Oleh karena itu strategi yang ampuh sangat dibutuhkan dalam menjalankan perusahaan agar bisnis tetap berjalan. Dalam hal ini, praktisi Human Resources profesional memegang salah satu peranan terpenting khususnya dalam hal productivity management ketenagakerjaan.

Adi Kurniawan selaku GM HR of Kanmo Groupdalam forum HR Meetup “Post Pandemic HR Strategy” yang diadakan DigiHR tanggal 19 Januari lalu menyatakan bahwa praktisi HR profesional harus berada di frontline untuk menghadapi krisis di kala pandemi seperti saat ini. Beliau menekankan bahwa keberlangsungan produktivitas perusahaan bergantung pada faktor “people and culture”, yang mana hal ini berarti merupakan ranah HR untuk menyusun strategi terbaik bagi perusahaan maupun tenaga kerja.

Satu hal yang harus dilihat dari sudut pandang seorang HR profesional adalah “opportunity” di balik krisis seperti saat ini. Maksudnya adalah, HR profesional perlu memandang dari berbagai sudut agar dapat menentukan strategi seperti apa yang paling efektif diterapkan pada perusahaan dan pada kenyataannya, pandemi ini juga memiliki sisi positif seperti fleksibilitas dalam meningkatkan work life balance. HR profesional dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk reset the game, yaitu dengan mengubah berbagai ketentuan dan strategi ketenagakerjaan yang berlaku selama ini untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan kondisi di pasar.

Hal yang sama disampaikan Agustina Samara selaku Chief of People & Corporate Strategy at DANA. menambahkan bahwa ketika “people” menjadi salah satu faktor agar perusahaan dapat survive, maka perusahaan juga perlu memastikan bahwa di samping kesehatan jasmani, kesehatan mental tenaga kerja tetap terjaga dengan baik. Bukan tanpa alasan, tingkat gangguan mental kian meningkat di kalangan tenaga kerja pada masa pandemi karena rasa jenuh harus tetap menjalankan tanggung jawab di tengah minimnya hiburan yang dapat dilakukan.

Itulah mengapa perusahaan perlu menentukan strategi yang bersifat menjamin kesehatan mental tenaga kerja seperti menyediakan konselor profesional, mengadakan suatu program yang bersifat “worker valuing”, menyisipkan hiburan atau games dalam event mentoring, dan sebagainya. Hal ini berkaitan pula dengan prinsip VUCA, namun dengan versi yang sedikit berbeda dan berkonotasi positif yaitu Vision, Understanding, Clarity, dan Agility.

Tinggalkan Balasan

Be Our Hiring Partner

Digi Training selalu dihadiri oleh individu-individu berbakat dengan kualitas dan semangat berkarya. Jadi Hiring Partner kami dan bantu perusahaan untuk menemukan kandidat terbaik. Temukan kandidat terbaikmu di Digi Training.